Sunday, December 26, 2010

Barang Bekas

Memang modelnya Ari pada harinya dia bilang ada acara padahal jauh hari yakin banget kalau dia bisa datang ke rumah Poppy buat meramaikan acara santunan anak yatim. Sementara Budi nggak bisa dihubungi, jadilah aku berangkat sendiri.

Aku sempat berbicara cukup lama dengan Wiwid yang merupakan satu-satu lelaki disitu karena Kora dan Firman tengah menjemput anak yatim sementara Heri yang datang dengan Fortuner baru berwarna hitam belum hadir.

Akhirnya Poppy keluar rumah untuk menyambut. Senang melihat keadaan Poppy sekarang berbeda jauh saat kami berkunjung di bulan puasa. Dulu badannya kurus, lemas dan mukanya memakai masker seolah putri Yasmin dalam cerita 1001 malam yang menggunakan cadar.

“Badan gue naik 6-7 kilo, Men. Gue masih disuntik kemo seminggu sekali tapi porsinya nggak seberat dulu”. Nah, ada satu lagi berita menggembirakan , Poppy sekarang sudah berjilbab, Alhamdulillah!.

Ratu muncul makanan juga ikut-ikatan muncul berupa lemper, lumpia dan puding pelangi dilengkapi stawberry. Dia mengundang resepsi pernikahan anaknya tanggal 5 Maret 2011 di Lewiliang jam 12 siang, “Nanti gue masukin fesbuk deh!” ujarnya, “Oh iya, jangan lupa elo bilangin ke temen-temen yang lain dong!”. Buat kawan-kawan, anggap aja cerita ini sebagai undangan. Datang ya!.

Suatu kehormatan mas Agus ketua IKAL turut hadir dan bahkan memberikan sambutan. Beliau mengundang nonton bareng final piala AFF di rumahnya di Pondok Kelapa, Kali Malang, hari Rabu ini. Soal makanan nggak usah khawatir, tinggal datang aja!. Masih semangat nggak ya beliau setelah malamnya Garuda dipukul 3-0 oleh Malaysia.

Ely yang berdiri di samping Rita, si anak Berlan, mengutarakan rencara berkunjung ke rumah pak Pajri, guru olah raga, dan pak Udin, guru sejarah, dalam waktu dekat. Jaya, ketua angkatan, sudah tahu belum ya?.

Pengurus IKAL yang lain, Sonny angkatan 80, yang kebetulan lewat naik motor turut mampir, ternyata tetangga Poppy. Kata Sonny alumni mau mengadakan “Barbeque” yang punya arti “barang bekas berkualitas”, semacam penjualan barang layak pakai untuk mengisi kas alumni di suatu lapangan di bilangan Tebet.

Aku katakan kepada Sonny bahwa angkatan 77 akan menghadirkan *** sebagai salah satu barang bekas. Ratupun sudah pasti langsung nyap-nyap, “Enak aja lo gue dibilang barang bekas!”.
“Sori deh kalau elo marah dibilang barang bekas padahal kan elo .... bekas barang”

Friday, December 3, 2010

3 Angka Keramat


Ingatanku masih melekat kuat bahwa di bulan Syawal tahun ini beberapa teman begitu bersemangat mengajakku menghadiri halal bi halal akbar seluruh angkatan alumni SMPN 3. Tepat sehari sebelumnya ada acara halal bi halal alumni Smandel angkatanku di rumah Ello yang dihadiri 110 orang, aku konfirmasikan kepada teman eSeMPe mereka nggak ada yang mau datang apalagi setelah mendapatkan penjelasan dari Jaya bahwa halal bi halal di sekolah adalah dalam rangka reuni akbar angkatan 80 alias bukan acara reuni akbar seluruh angkatan. Lucunya di hari H ada juga temanku yang kecele menelponku untuk hadir padahal aku sudah mendapatkan kepastian dari Shinta ‘80 satu jam sebelum telpon berdering bahwa acara reuni hanya milik angkatan 80. Kecele kok ngajak-ngajak!.

Sama dengan Reuni Emas Smandel setahun lalu tepatnya tanggal 23 November 2008 kalau diterjemahkan secara Berdasarkan Primbon SMANDEL 23/11/2008 angka 2,3,1,1,2,0,0,8 kalau dijumlah 17. Angka 1 & 7 jadi 8, oleh Rini, ketua panitia Reuni Emas perhitunganku dimasukan ke dalam buku acara loh!. Nah, kalau sms wisata kuliner tanggal 3 Desember 2010 3/1+2/2+0+1+0 menjadi 3/3/3, alias serba angka 3.

Jam tigaan hape flexy berdering dengan Faisal Arif nama yang muncul di layar, posisiku di kamar mandi sedang tanpa busana karena memang mau mandi.
“Men, elo ke wisata kuliner nggak? Kalau elo kesana gue nebeng ... abis ashar gue berangkat dari rumah, entar gue nunggu di Giant!”, seperti senjata otomatis laras panjang Ari memuntahkan kata-katanya.

Bada ashar dan bada ganti oli mobil aku menjemput Ari di seberang Giant, sebelum tingkungan masuk pintu tol Bekasi Barat. Kalau begini kecele-kecele deh yang penting ada teman, ya ... teman kecele!. Ari juga punya prinsip kalau kecele ya dinikmati aja!.
“Ri, kayaknya Sundari mau ikutan bareng Sri Utari, kalau dia nggak barengan Sri Utari kita jemput aja!”, kebetulan kami berencana shalat magrib di mesjid Disbintalad, Berlan.

Sekarang sudah ada 3 orang yang siap kecele masuk ke dalam pondok Nasi Uduk Gondangdia yang terkenal yahut. Aku semula memesan ayam goreng tapi berubah pikiran setelah Ari dan Sundari memesan ayam bakar, aku belum pernah makan ayam bakar di sini, pesananku dada sedangkan mereka mamesan paha, masih ada tambahan lagi tempe, tahu dan hati ayam goreng, sementara 2 jenis sambal kacang sudah tersedia di atas meja, rasanya pedas dan agak pedas. Nasi uduk dengan bawang goreng dibungkus daun pisang yang dibentuk kerucut 6 buah disajikan dalam 1 piring.

Tempat duduk kami persis menghadap panggung tempat 4 orang musisi memainkan organ, bongo, bas dan gitar berirama latin dan cha-cha. Kami diberi kesempatan memilih lagu, aku pilih Soy dari Gipsy King untuk dilantunkan, mereka agak kebingungan mungkin di buku lagu di depan mereka tidak ada lagu itu. “Ya, udah lagu apa aja dari Gipsy King”, lanjutku. Tak lama kemudian terdengar dentingan gitar dipadukan dengan 3 alat musik yang lain dengan selaras mengiring sang vokalis mendendangkan Bamboleo, mantap!. Mereka mendapatkan tepukan meriah sudah pasti.

Ari bilang, “Men, kayaknya lagu Yesterday, Beatles mereka pasti bisa!”, aku terseyum, dalam hati aku menilai Ari setia banget! Dari dulu lagu favoritnya Yesterday, atau cuma lagu itu yang dia tahu.
Pukul 20:30 kami beranjak, angka 82.500 berwarna hijau tertera di mesin hitung di atas meja kasir, tak berapa lama mesin kijang berwarna hijau menderu. Kalau kalian bertanya, “Berapa orang yang hadir di wisata kuliner?”. Namanya eSeMPe 3 ya .... angka keramatnya tiga!.

Kami sudah tidak perduli siapa si pengirim sms iseng, karena sekarang hati kami senang dan perut kenyang!. Bahkan aku mendapatkan mood untuk membuat blog ini. Tengkyu ya!